
Program Studi Teater sanggat bangga kepada Almi Dwi Anggraini, yang telah berhasil dengan baik menyelesaikan program short course intensif selama tiga bulan di Nanjing University of the Arts (NUA), China. Perjalanan ini bukan sekadar pertukaran pelajar biasa, melainkan sebuah eksplorasi artistik lintas budaya.
Selama di Nanjing, fokus utama terletak pada integrasi kemampuan linguistik dengan seni peran. Keberhasilan lulus ujian HSK 1 (Hanyu Shuiping Kaoshi Level 1) dalam waktu singkat menjadi modal penting untuk mengobservasi gestur, intonasi, dan ekspresi masyarakat lokal secara langsung, sebagai elemen-elemen fundamental untuk memperkaya teknik olah vokal dan pembangunan karakter dalam teater.
Pengayaan artistik sebagai eksplorasi lintas disiplin dilakukan melalui berbagai lokakarya seperti:
- Seni Visual & Kostum: Melalui kelas Chinese Painting, Tie Dye, dan Intangible Cultural Heritage, mahasiswa mendalami estetika garis serta teknik pewarnaan yang dapat diadaptasi dalam desain kostum dan properti panggung.
- Manajemen Panggung: Melakukan studi banding dengan mengapresiasi langsung tata artistik dan manajemen pertunjukan dalam Konser Tahun Baru di Teater NUA.
- Narasi Ruang: Melakukan kunjungan ke situs sejarah seperti Nanjing Massacre Hall yang dapat memberikan perspektif baru mengenai bagaimana ruang dapat menyampaikan narasi sejarah yang dramatis dan kuat, menjadi elemen krusial dalam aspek penyutradaraan dan tata panggung.
Selain memperkaya pengalaman dan pengetahuan pada aspek teknis, kegiatan ini juga mengasah kemampuan manajerial diri dan kolaborasi internasional. Almi mengatakan bahwa “berinteraksi dengan mahasiswa mancanegara serta beradaptasi di lingkungan baru menjadi “gladi bersih” untuk membentuk mentalitas global dan inklusif, serta ilmu yang didapat di Nanjing akan menjadi bekal berharga untuk memperkaya warna pertunjukan di lingkungan ISI Yogyakarta, dan membawa semangat kolaborasi lintas budaya ke atas panggung”.
Melalui program ini, Program Studi Teater ISI Yogyakarta terus membuktikan komitmennya dalam mencetak seniman yang berwawasan global namun tetap berpijak pada akar budaya yang kuat.



