Praktek Kerja Lapangan Jurusan Teater tahun 2019
Ditulis oleh : Philipus Nugroho Hari Wibowo, M.Sn.
Seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang semakin maju, maka untuk menyikapi hal tersebut Jurusan Teater sebagai salah satu Ujung tombak Institusi pendidikan yang bergerak dibidang Seni khususnya teater memberikan ruang kepada mahasiswa untuk mengembangkan bakat dan kreativitasnya dengan mengadakan Praktrek Kerja lapangan (PKL). Praktek Kerja Lapangan penting dilakukan untuk peningkatan iklim Akademik di Jurusan Teater dan sebagai tolak ukur sejauh mana proses pembelajaran yang berlangsung di kampus bisa diserap dan diaplikasikan pada masyarakat. Praktek Kerja Lapangan di Jurusan Teater ini diadakan disetiap semester pada beberapa mata Kuliah seperti Film Drama II, Teori Kebudayaan, Dramaturgi, Studi Lapangan, Antropologi Visual, Tata Cahaya, Olah Rasa, Olah Vokal dan juga mata kuliah lainnya.
Pada tahun akademik 2019-2020 ini Jurusan Teater kembali mengadakan Praktek Kerja Lapangan yang diselenggarakan oleh dua mata kuliah yaitu mata kuliah, Olah Vokal dan Teori Kebudayaan dengan menyerap dana PKL dari Fakultas. Praktek Kerja Lapangan Kelas Olah Vokal mengadakan Praktek Kerja Lapangan di Studio Alam Ruas Bambu Nusa, Surodadi, Wukirsari, Cangkringan, Daerah Istimewa Yogyakarta. Studio alam ini milik Dr. Drs. Widya Poerwoko, M.Sn, dan Praktek Kerja Lapangan Teori Kebudayaan di Candi Borobudur. Pelaksanaan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan, Mata Kuliah Olah Vokal pada tangal 10 Oktober 2019 melibatkan 77 mahasiswa diselenggarakan di Studio Alam Ruas Bambu Nusa, Surodadi, Wukirsari, Cangkringan, Daerah Istimewa Yogyakarta.sedangkan Praktek Kerja Lapangan Teori Kebudayaan tangal 16 November 2019 melibatkan 45 mahasiswa diselenggarakan di Candi Borobudur.
PKL Kuliah Olah Vokal
Praktek Kerja Lapangan mata kuliah Olah Vokal dilaksanakan di Studio Alam Ruas Bambu Nusa, Surodadi, Wukirsari, Cangkringan, Daerah Istimewa Yogyakarta. Studio alam ini milik Dr. Drs. Widya Poerwoko, M.Sn pada tanggal 10 Oktober 2019. Praktek Kerja lapangan Olah Vokal ini melibatkan 77 mahasiswa dan dua dosen pengampu yang terdiri dari Joanes Catur Wibono, M.Sn dan Wahid Nurcahyono, M.Sn. Peserta PKL rata-rata merupakan mahasiswa semester 1 karena mata kuliah Olah Vokal berada pada semester ganjil.
Suasana alam yang masih sejuk dan asri membuat mahasiswa betah berlama-lama berada di Studio alam ini. Dr. Drs. Widya Poerwoko, M.Sn. atau yang sering dipanggil dengan Pak Yayak memberi pengarahan dan memperkenalkan tempat-tempat di studio alam sekaligus menjelaskan masing-masing bangunan. Semuanya dibuat menyatu dengan alam. Pada sesi awal ini Pak yaya menjelaskan bagaimana hidup menyatu dengan alam. Pak Yayak coba mengkontekskan dengan apa yang sudah didapat mahasiswa di kampus, terutama olah vocal dengan studio alam yang sudah dibuatnya dan juga proses berkeseniannya selama ini.
PKL Teori Kebudayaan
Praktek Kerja Lapangan mata kuliah Teori Kebudayaan dilaksanakan di Candi Borobudur, Magelang Jawa Tengah. pada tanggal 16 November 2019. Praktek Kerja lapangan Teori Kebudayaan ini melibatkan 45 mahasiswa dan dua dosen pengampu yang terdiri dari Dra. Trisno Tri Susilowati, M.Sn dan Dr. Hirwan Kwardhani, M.Hum. Peserta Praktek Kerja Lapangan rata-rata merupakan mahasiswa yang menempuh kuliah pada semester ganjil dari berbagai angkatan. Candi Borobudur sengaja dipilih oleh kedua pengampu mata kulian Teori kebudayaan karena selain Candi Borobudur merupakan asset Budaya Indonesia (Cagar Budaya) dan menjadi salah satu keajaiban dunia dan juga banyak mahasiswa yang menempuh mata kuliah Teori kebudayaan yang berasal dari luar Jogja belum pernah pergi kesana. Akan tetapi yang terpenting Candi Borobudur ini punya relevansi dengan mata kuliah Teori kebudayaan. Seperti yang selalu dijelaskan oleh Dosen-dosen pengampu mata kuliah di kelas Menurut Bronislaw Malinowski bahwa kebudayaan memiliki 7 unsur yang meliputi bahasa, Sistem Pengetahuan, Sistem Kemasyarakatan atau Organisasi Sosial, Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi, Sistem Mata Pencaharian Hidup, Sistem Religi dan Kesenian. Candi Borobudur termasuk disalah satunya.
Selama melakukan pengamatan di Candi Borobudur mahasiswa didampingi seorang guide dari Dinas kepurbakalaan yang disediakan oleh candi Borobudur, mereka bisa bertanya apapun tentang Candi Borobudur. Dosen-dosen juga terlibat aktif menjelaskan relevansi Borobudur menjadi pilihan dalam Praktek Kerja Lapangan mata kulian Pengantar kebudayaan.