BINCANG & BERBAGI NOVEL “SETELAH 17 TAHUN” KARYA NOORCA M. MASSARDI

Novelis Noorca M. Massardi (62 tahun), pertama kali meluncurkan novel ketujuhnya “Setelah 17 Tahun” di Jakarta, pada Sabtu 17 September, dilanjutkan di Bentara Budaya Bali pada 22 Oktober, dan pada 11 November 2016 di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Novel yang diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama (GPU), itu ditulisnya di Jakarta dan Bali selama 15 bulan.
“Setelah 17 Tahun” berkisah tentang derita seorang perempuan (Putri Maulida) akibat kekerasan verbal yang dilakukan suaminya (Alfian) selama 17 tahun. Paralel dengan itu, diam-diam ada seorang pemuda (Andri Bangsawan) yang ikut menderita, karena ia harus memendam cintanya kepada Putri selama 17 tahun pula. Akhirnya takdir mempertemukan kembali mereka berdua, ketika Putri yang berprofesi sebagai notaris tengah menjanda dengan tiga anak, dan Andri yang lawyer sudah menduda dengan dua anak.

Berbeda dengan novel-novel sebelumnya, novel “Setelah 17 Tahun” ini diangkat dari kisah nyata kedua tokoh utamanya. Melalui novel ini, suami dari pengarang Rayni N. Massardi, ini ingin berbagi ihwal kepedihan dan derita seorang perempuan yang di tengah keluarganya, dan kemudian di dalam rumahtangganya, mengalami kekerasan verbal berkelanjutan. Pertama dilakukan oleh keluarga intinya, sejak kecil hingga dewasa, dan kemudian oleh suaminya sendiri selama 17 tahun.

Sebagai informasi, menurut survei yang dilakukan Univeristas Iowa, Amerika Serikat, di tujuh belas negara menyimpulkan, kekerasan fisik maupun emosional yang dilakukan pasangan atau mantan pasangan terhadap perempuan hamil, dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur, atau lahir dengan berat badan tidak ideal. Dan, itulah yang dialami Putri Maulida, tokoh utama novel ini. Dalam rentang waktu sepuluh tahun, ketiga anaknya semua lahir prematur. “Sesuatu yang sangat langka dialami seorang perempuan, akibat depresi yang melebihi batas,” kata Noorca, ayah dari penulis skenario/sutradara Cassandra Massardi dan Nakita Massardi itu.

Novel “Setelah 17 Tahun” ini, sebagaimana empat novel Noorca lainnya (Sekuntum Duri, Mereka Berdua, September dan d.I.a cinta dan presiden), sebelum diterbitkan sebagai buku, terlebih dulu dimuat sebagai cerita bersambung di beberapa surat kabar harian di Jakarta. Dan, bagi Penerbit GPU, ini adalah novel ketiga Noorca yang diterbitkan GPU setelah Sekuntum Duri (1979) dan Mereka Berdua (1982), yang sebelumnya dimuat sebagai cerita bersambung di harian Kompas.

Masa lalu tidak berlalu. Ia di depan dan selalu.
Masa lalu tidak berlalu. Ia diburu atau memburu.

Unduh https://drive.google.com/file/d/0B7tv8ALRkQurelFzYmE1Mml3VzA/view

(Philipus Nugroho Hari Wibowo, M.Sn.)

press-release-s17t-10-nov-2016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *