PENTAS TEATER SUPATA DRUPADI “THE BLOOD OF DURSASANA”

Jurusan Teater ISI Yogyakarta bekerjasama dengan Behind Theatre Community (Teater Beta) akan mementaskan pertunjukan teater dengan judul Supata Drupadi; The Blood Of Dursasana, Karya dan Sutradara Rano Sumarno, M.Sn. Pementasan akan dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 12 Desember 2013 bertempat di Gedung Auditorium Teater ISI Yogyakarta mulai pukul 19.00 wib.

Pertunjukan ini adalah upaya dalam menciptakan teater kontemporer berbasis tradisi Nusantara. keberagaman budaya Indonesia mendorong sutradara untuk mencipta karya teater yang bersifat multikultural. Lakon Supata Drupadi yang diangkat dari kisah Mahabharata juga merupakan respon dari dekadensi moral yang terjadi di tengah masyarakat Indonesia. Pesan-pesan yang terkandung di dalam ajaran Mahabharata patut dijadikan teladan untuk merenungi multi krisis di Indonesia.

Supata adalah sumpah, Supata Drupadi berarti sebuah sumpah dari Drupadi kepada orang-orang yang telah menghinakannya. Drupadi adalah Permaisuri Pandawa putri raja Drupada dari Negara Pancala. Drupadi terlahir karena dendam, rasa sakit hati yang teramat dari sang ayah kepada sahabatnya yang bernama Dorna.

Drupadi dalam perspektif Bangsa dan Negara dapat diartikan sebagai Ibu pertiwi Menghormati dan mengabdi pada Ibu pertiwi berarti telah menjaga surga dan menghindari Bangsa dari malapetaka yang menyengsarakan. Benarkah multi krisis yang melanda Bangsa Indonesia adalah buah dari prilaku kita yang telah menodai Ibu pertiwi? Hantaman masalah yang menimpa bertubi-tubi telah menggiring rakyat Indonesia ke jurang kemiskinan.

Bahasa yang disajikan dalam pertunjukan lebih betumpu pada bahasa daerah, bahasa gerak dan simbol artistik. Tembang tradisi seperti Beluk khas Priangan, tembang tradisi Madura, atau Mantera dari Kalimantan menjadi kekuatan dalam gaya pemainan. Seni Tradisi Indonesia memiliki kekuatan magis yang dengan sendirinya memberikan kesan mendalam. Kekayaan budaya Nusantara menjadi inspirasi utama dalam pemilihan warna disetiap adegan. Tari topeng Cirebon, kecak atau mabasan dari Bali, perisaian dari Lombok, Tembang Madura, dan Mantera suku Dayak adalah beberapa sumber yang menjadi inspirasi bentuk penciptaan.

Pertunjukan teater Supata Drupadi sebelumnya pernah dipentaskan di Ho Chi Minh City, Vietnam pada bulan September 2013 sebagai delegasi Indonesia di ajang Asia Pacipic Bereau – International Theater Institute. Pertunjukan ini dimainkan oleh mahasiswa dan mahasiswi jurusan Teater ISI Yogyakarta, dengan penata aristik Nanang Arisona,M.Sn., dan koreografer Cakil Widyanarto, M.Sn.

(Rano Sumarno, M.Sn-Dosen Teater ISI Yogyakarta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *